September 2007


Rasulullah Saw banyak mencontoh-kan kelemah lembutan dalam perjuangan beliau menyebarkan agama Islam. Seperti ketika beliau dilempari dengan kotoran binatang oleh seorang wanita Yahudi setiap beliau lewat didekat rumah siperempuan yahudi tersebut. Namun beliau hanya diam saja dan tidak memberikan reaksi keras apalagi membalasnya. Bahkan yang sangat mengagumkan dari kelemah lembutan beliau Saw adalah ketika si perempuan yahudi tersebut sakit beliau menguknya.

(lagi…)

Alllah memerintahkan untuk berdakwah dengan cara-cara yang baik dan penuh hikmah. Ajaklah kejalan Tuhanmu dengan Hikmah dan nasehat yang baik dan debatlah mereka dengan cara-cara yang baik. (An-Nahl, 125)

Dalam ayat ini Allah mengajarkan tata cara dakwah dengan tiga bentuk metode; pertama, Hik-mah, yang oleh banyak mufassir dita’rifkan dengan penjelasan tentang dalil-dalil dengan meng-gunakan nalar logis. Metode ini sesuai untuk kalangan inte-lektual. Kedua, mau’idzah hasa-nah, nasehat baik dengan tutur kata yang lemah lembut dan budi bahasa yang santun.

(lagi…)

Dakwah adalah kegiatan mengajak kejalan Allah (Islam), yang tentunya harus mencitrakan watak ajaran islam dengan utuh dalam semua bentuk, kemasan dan tatacara pelaksanaannya. Karena itu dakwah islam harus dilakukan dengan penuh kebijaksanaan dan kasih sayang, sehingga dapat menciptakan suasana yang damai dan “sejuk” bagi umat sebagai perwujudan watak rahmatan lil’alamin dari ajaran Islam.

(lagi…)

Wacana adalah kata yang sering dipakai masyarakat dewasa ini. Banyak pengertian yang merangkai kata wacana ini. Dalam lapangan sosiologi, wacana menunjuk terutama dalam hubungan konteks sosial dari pemakaian bahasa. Dalam pengertian linguistik, wacana adalah unit bahasa yang lebih besar daripada kalimat.Sedangkan menurut Michael Foucault (1972), wacana; kadang kala sebagai bidang dari semua pernyataan (statement), kadang kala sebagai sebuah individualisasi kelompok pernyataan, dan kadang kala sebagai praktik regulatif yang dilihat dari sejumlah pernyataan.

Menurut Eriyanto (Analisis Wacana, Pengantar Analisis Teks Media), Analisis Wacana dalam studi linguistik merupakan reaksi dari bentuk linguistik formal (yang lebih memperhatikan pada unit kata, frase, atau kalimat semata tanpa melihat keterkaitan di antara unsur tersebut). Analisis wacana adalah kebalikan dari linguistik formal, karena memusatkan perhatian pada level di atas kalimat, seperti hubungan gramatikal yang terbentuk pada level yang lebih besar dari kalimat.

(lagi…)