<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Butterfly</title>
	<atom:link href="http://elsani.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://elsani.wordpress.com</link>
	<description>ku ingin terbang bebas, dan kepakkan sayap ku</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 May 2008 06:33:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di AnaLisis WacaNa&#8230; oleh liya</title>
		<link>http://elsani.wordpress.com/2007/09/25/analisis-wacana/#comment-12</link>
		<dc:creator>liya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 06:33:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elsani.wordpress.com/2007/09/25/analisis-wacana/#comment-12</guid>
		<description>assalam, saya bukannya mau kasih tanggapan. Cuman minta bantuan:
Saya berencana membuat skripsi tentang CDA berbasis gender, kira-kira media apa yah yang berbasis gender (feminis) selain femina, nova dll? 
wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalam, saya bukannya mau kasih tanggapan. Cuman minta bantuan:<br />
Saya berencana membuat skripsi tentang CDA berbasis gender, kira-kira media apa yah yang berbasis gender (feminis) selain femina, nova dll?<br />
wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di AnaLisis WacaNa&#8230; oleh novi</title>
		<link>http://elsani.wordpress.com/2007/09/25/analisis-wacana/#comment-11</link>
		<dc:creator>novi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 02:42:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elsani.wordpress.com/2007/09/25/analisis-wacana/#comment-11</guid>
		<description>aku bingung... aku ingin neneliti karya nonfiksi dalam bentuk feature. Aku mengambil beberapa edisi majalah selama satu tahun yang isisnya khusus feature. Tapi jujur saja aku kebingungan dengan metode apa aku harus bekerja? Kalau aku meneliti seputar lead,,untuk mengetahui kecenderungan tema-tema yang dipakai dalam feature. lalu apa jenis metode yang tepat? thx b4</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku bingung&#8230; aku ingin neneliti karya nonfiksi dalam bentuk feature. Aku mengambil beberapa edisi majalah selama satu tahun yang isisnya khusus feature. Tapi jujur saja aku kebingungan dengan metode apa aku harus bekerja? Kalau aku meneliti seputar lead,,untuk mengetahui kecenderungan tema-tema yang dipakai dalam feature. lalu apa jenis metode yang tepat? thx b4</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di AnaLisis WacaNa&#8230; oleh Hanny Priandini</title>
		<link>http://elsani.wordpress.com/2007/09/25/analisis-wacana/#comment-10</link>
		<dc:creator>Hanny Priandini</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 02:41:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elsani.wordpress.com/2007/09/25/analisis-wacana/#comment-10</guid>
		<description>Saya kuliah di Fak. Sastra Jerman. Skripsi saya membahas tentang ciri khas suatu wacana di dalam tampilan awal suatu website film berbahasa jerman dilihat dari teks dan gambar. Setelah saya membaca artikel ini, kok saya jadi bingung dengan pengertian wacana ya? Mungkin karena teori yang telah diberikan selama saya kuliah berbeda dengan yang disebutkan di atas. Apakah teks dan wacana itu berbeda menurut teori Bahasa Indonesia? Sedangkan menurut bahasa jerman, kedua hal itu jelas berbeda. Pertanyaan dyah juga yang ingin saya tanyakan, jawabannya untuk membimbing analisis saya nanti. Tausenden Dank.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kuliah di Fak. Sastra Jerman. Skripsi saya membahas tentang ciri khas suatu wacana di dalam tampilan awal suatu website film berbahasa jerman dilihat dari teks dan gambar. Setelah saya membaca artikel ini, kok saya jadi bingung dengan pengertian wacana ya? Mungkin karena teori yang telah diberikan selama saya kuliah berbeda dengan yang disebutkan di atas. Apakah teks dan wacana itu berbeda menurut teori Bahasa Indonesia? Sedangkan menurut bahasa jerman, kedua hal itu jelas berbeda. Pertanyaan dyah juga yang ingin saya tanyakan, jawabannya untuk membimbing analisis saya nanti. Tausenden Dank.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di AnaLisis WacaNa&#8230; oleh dyah</title>
		<link>http://elsani.wordpress.com/2007/09/25/analisis-wacana/#comment-3</link>
		<dc:creator>dyah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2007 01:30:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elsani.wordpress.com/2007/09/25/analisis-wacana/#comment-3</guid>
		<description>sebenarnya ada ga sih aliran-aliran dalam analisis wacana? judul skripsiku a discourse analysis of comic strip &quot;The Born Loser&quot; in the Jakarta Post. terus terang, aq bingung banget teori yang dipakai.
aliran yang dari birmingham seperti apa?
thanks ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya ada ga sih aliran-aliran dalam analisis wacana? judul skripsiku a discourse analysis of comic strip &#8220;The Born Loser&#8221; in the Jakarta Post. terus terang, aq bingung banget teori yang dipakai.<br />
aliran yang dari birmingham seperti apa?<br />
thanks ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
